Tangerang - Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten melaksanakan di Bumi Perkemahan kitri bhakti 12 s.d 15 Maret 2018 . Jl. Diklat Pemda No.34, Curug Wetan, Curug, Tangerang, Provinsi Banten. Kegiatan ini di ikuti oleh pemuda/I Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten. Dalam sambutannya oleh Sekretaris Dinas Kepemudaaan dan Olahraga Provinsi Banten Ibu Ai Dewi Suzana mengatakan Pemuda merupakan pribadi berusia produktif dan memiliki tipikal unik yakni revolusioner, yakin, berpikir modern dan mempunyai moralitas.  Betapa vitalnya partisipasi pemuda dalam sebuah negara karena pemuda sesungguhnya adalah figur yang paling mempunyai kekuatan untuk melakoni kehidupan berbangsa dan bernegara mendatang. Pemuda bisa dianggap sebagai generasi penerus untuk tetap berlangsungnya sebuah negara.

Pemuda akan jadi tulang punggung bangsa di masa mendatang. Namun realita pemuda indonesia saat ini tidak lagi pemuda yang memperlihatkan kepribadian bangsa kita. Pemuda indonesia saat ini adalah sosok pemuda yang tak cukup tangguh ketika menjumpai arus globalisasi. Kalangan pemuda saat ini seringnya cuma menghancurkan moral mereka sendiri. Efek negatif globalisasi satu diantara penyebabnya, yang mana gaya hidup barat dengan leluasa masuk ke indonesia dan akibatnya berpengaruh jelek pada peran pemuda indonesia untuk mempertahankan identitas bangsa. Norma barat yang tak cocok dengan kultur timur diambil bulat-bulat oleh pemuda

Peran pemuda di era globalisasi untuk kejayaan  indonesia sangat mendesak dimulai sekarang ini. Dan tak ada jalan lain selain dari kembali ke pancasila. Budaya indonesia yang luhur dan dasar negara pancasila merupakan identitas bangsa yang sangat kokoh yang mampu memperlihatkan eksistensi bangsa indonesia. Sejumlah pihak menilai bahwa pemuda indonesia sekarang ini memiliki mental pragmatis. Ada juga yang mengatakan semakin tipisnya spirit kebangsaan ini karena perilaku pemuda yang terkesan cuek, acuh tak acuh dan suka dengan jalan pintas.

Pembinaan karakter pemuda indonesia bukan suatu hal yang instan. Hal tersebut memerlukan proses yang panjang. Pemerintah perlu mendesain rancangan undang-undang yang mengatur sistem pendidikan nasional agar lebih mengarah pada pembinaan karakter generasi muda indonesia. Selama ini kita terlalu seakan-akan terlalu fokus dalam mencerdaskan intelektualitas pemuda indonesia, tetapi mengabaikan sisi kepribadian pemuda indonesia itu sendiri. Tak heran pemuda sekarang menjadi generasi yang gampang terpengaruh oleh gempuran berbagai macam kebudayaan asing yang masuk melalui internet dan media massa.

Membina karakter pemuda indonesia diperlukan berbagai pihak untuk terlibat. Mulai dari pemerintah sebagi pembuat regulasi dan kebijakan, institusi pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya. Semua harus menyadari terkait pentingnya membangun generasi muda yang beradab. Oleh karena itu kegiatan semacam ini dilakukan oleh dinas kepemudaan dan olahraga provinsi banten untuk membangkitkan semangat para pemuda khususnya pemuda banten untuk mulai bangkit dan berbenah untuk mempersiapkan diri demi masa depan